카테고리: Indonesia

Mulai 13 Juli, Pendatang dari Beberapa Negara Wajib Membawa Surat Keterangan Negatif Covid

Terhitung mulai 13 Juli 2020, seluruh WNA yang memasuki Korea Selatan dari negara-negara yang masuk ke dalam daftar waspada, wajib untuk menyerahkan Surat Keterangan Negatif Covid-19.

Negara-negara tersebut adalah Bangladesh, Pakistan, Kazakhstan, dan Kirgistan.

Seluruh WNA yang datang dari negara-negara tersebut harus membawa Surat Keterangan Negatif Covid-19.

Surat tersebut harus dikeluarkan oleh lembaga kesehatan dan pemeriksaan yang ditunjuk oleh konsulat Korea Selatan.

Walaupun WNA tersebut membawa surat keterangan, WNA tersebut harus tetap melakukan tes Covid-19 dalam 3 hari setelah kedatangan dan swakarantina selama 2 minggu di tempat tinggal terdaftar atau di fasilitas pemerintah.

Wiraswasta Berkurang 140.000 Orang

Pada paruh pertama tahun 2020, jumlah wiraswasta di Korea Selatan berkurang sebanyak 140.000 orang.

Menurut data yang dirilis oleh Kantor Statistik Nasional pada 16 Juli 2020, jumlah wiraswasta pada paruh pertama tahun 2020 adalah 5.473.000 orang, atau turun sebesar 138.000 orang dari paruh kedua tahun 2019.

Ini adalah penurunan terbesar dalam 11 tahun sejak krisis keuangan tahun 2009, serta merupakan efek dari resesi yang disebabkan oleh Covid19 dan peningkatan sewa.

Investor Asing Berkurang 22%

Jumlah investor asing di Korea Selatan menurun lebih dari 20% pada paruh pertama tahun 2020.

Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi melaporkan bahwa jumlah investasi asing di Korea Selatan pada paruh pertama tahun 2019 mencapai 766 miliar USD, namun menurun sebanyak 22,4% menjadi 410 miliar USD di paruh pertama tahun 2020.

Kementerian menyatakan bahwa walaupun jumlah investor asing berkurang, akan tetapi jumlahnya masih jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan Amerika Serikat yang menurun sebanyak 43,5% atau Uni Eropa sebesar 51,2%.

WNA yang Datang Dari Negara Berisiko Corona Tinggi Wajib Membawa Surat Bukti Negatif Covid-19

Seluruh WNA yang memasuki wilayah Korea Selatan dari negara-negara dengan tingkat infeksi Covid-19 tinggi wajib membawa Surat Pembuktian Negatif Covid-19.

Pada 10 Juli 2020, pemerintah Korea Selatan mengumumkan bahwa semua WNA yang masuk ke wilayah Korea Selatan mulai 13 Juli 2020 wajib mwmbawa hasil tes PCR Covid-19 yang dikeluarkan maksimal dalam 48 jam sebelum hari keberangkatan.

Hasil negatif tersebut harus dikeluarkan oleh laboratorium pemeriksaan atau lembaga kesehatan yang telah ditunjuk oleh kedutaan besar atau konsulat Korea Selatan setempat.

Perwakilan pemerintah terkait menyatakan bahwa pemerintah tidak bisa memberitahukan negara-negara yang bersangkutan karena terkait dengan hubungan diplomatik. Akan tetapi, nama-nama negara terkait ditentukan dari jumlah WNA yang masuk ke Korea Selatan dan positif Covid-19. Rasio negara-negara asal WNA tersebut dihitung dan rasio negara-negara dengan WNA positif Covid-19 tertinggi yang akan dikenakan kebijakan ini.

Walikota Seoul Ditemukan Tewas

Walikota Seoul, Park Won-soon, ditemukan tewas.

Mayat Park ditemukan dekat Sukjaemun di Bugaksan pada sekitar jam 00:00 tanggal 10 Juni 2020.

Sebelumnya, putri Park telah menelepon nomor darurat 112 pada pukul 17:17 tanggal 9 Juni 2020 serta mengatakan bahwa ayahnya mengucapkan kata-kata yang terdengar seperti wasiat, lalu meninggalkan rumah dan mematikan telepon genggam sekitar 4-5 jam sebelumnya.

Sekitar 770 orang polisi dan pemadam kebakaran, diikuti dengan 6 drone pendeteksi panas di malam hari dan anjing pelacak jejak mencari Park selama 7 jam sebelum menemukan mayat Park.

Walikota Park yang merupakan pengacara hak asisi manusia dan aktivis sipil telah menjadi walikota Seoul terlama setelah terpilih pada tahun 2011 dan merupakan salah satu kandidat presiden.

Park dilaporkan telah dituduh melakukan pelacahan seksual kepada salah satu mantan sekretarisnya.

Masker Dapat Dibeli Bebas Mulai 12 Juni

Terhitung mulai 12 Juli 2020, kebijakan pembelian masker bersubsidi di Korea Selatan akan dihapuskan dan pembatasan pembelian masker juga akan dihapuskan.

Badan Pengawasan Obat dan Makanan Korea Selatan menjelaskan bahwa jumlah produksi masker telah meningkat sehingga pasokan dan permintaan telah menjadi stabil. Oleh karena iut, penyediaan masker bersubsidi darurat untuk masyarakat juga dihapuskan.

Sistem masker bersubsidi pertama kali diperkenalkan pada akhir Februari 2020 ketika terjadi kelangkaan masker di Korea Selatan.

Makan Bersama, Olahraga, Bernyanyi, dan Bermain Air Berisiko Tinggi Terinfeksi Corona

Akhir-akhir ini infeksi Covid-19 terus meningkat melalui pertemuan dan acara keagamaan.

Pemerintah Korea Selatan memasukan kegiatan makan di luar, olahraga, bernyanyi, dan bermain air sebagai kegiatan yang berisiko tinggi untuk infeksi Covid-19. Kegiatan keagamaan dan kegiatan berkumpul, sauna, serta salon masuk ke dalam kegiatan berisiko sedang. Sedangkan kegiatan berbelanja, menonton, bermain game, dan mebaca masuk ke dalam kegiatan yang berisiko rendah.

Akan tetapi tingkat risiko bisa berubah tergantung keadaan.

Sebagai contoh, jika pada saat makan bersama, jarak antara satu orang dengan lainnya tetap dijaga dan ada pertukaran udara, maka kegiatan makan bersama masuk ke dalam kegiartan berisiko sedang. Sedangkan makan di rumah dengan makanan yang dipesan atau dibungkus, masuk ke dalam kegiatan yang berisiko rendah.

Kegiatan keagamaan yang dikategorikan sebagai kegiatan berisiko rendah pun dapat berubah menjadi kegiatan berisiko tinggi apabila dilakukan di ruangan tertutup dengan adanya kegiatan bernyanyi atau makan bersama.

Geumcheon-gu, Kecamatan Pertama yang Memberikan Bantuan Seragam untuk Imigran

Geumcheon-gu memberikan bantuan seragam kepada murid-murid asing, sehingga murid lokal maupun asing mendapatkan bantuan yang sama.

Menurut Oh My News, 4 organisasi kemasyarakatan dan pendidikan yang ada di Geumcheon-gu membuat Pertemuan dengan Warga Sipil yang Menuntut Penghapusan Diskriminasi Terhadap Bantuan Seragam. Kampanye penandatanganan tersebut telah disetujui oleh dewan Geemcheon-gu pada 29 Juni dan sebagian kebijakan terkait telah dibentuk.

Menurut kebijakan tersebut, seluruh siswa baru SMP dan SMA di daerah Geumcheon-gu akan mendapatkan bantuan untuk membeli seragam sekolah sebesar 300.000 KRW.

38,5% Rumah Tangga Hanya Memiliki 1 Orang Anggota

Menurut Kartu Registrasi Penduduk Korea Selatan, jumlah rumah tangga yang beranggota hanya satu orang mencapai sekitar 8.770.000 orang atau sekitar 39% dari seluruh rumah tangga.

Pada 8 Juli 2020, Kementerian Administrasi dan Keamanan Publik mengumumkan bahwa jumlah penduduk Korea Selatan pada akhir Juni 2020 mencapai 51.839.408 orang dengan jumlah rumah tangga sebanyak 22.791.531 buah.

Secara keseluruhan, jumlah penduduk berkurang 10.453 orang dibanding tahun 2019, tetapi jumlah rumah tangga meningkat sebesar 31.065 buah.

Jumlah rata-rata anggota rumah tangga adalah 2,27 orang. Rumah tangga dengan 1 orang anggota merupakan rumah tangga terbanyak dengan jumlah 8.768.414 buah. Jumlah rumah tangga dengan 2 orang adalah 5.268.211 buah.

Total rumah tangga yang beranggota satu dan dua orang mencapai 61,6% dari keseluruhan jumlah rumah tangga.