카테고리: Indonesia

Seoul dan Distrik Otonomnya Membagikan Dana Bantuan Bencana Lagi

Pemerintah Kota Seoul dan 25 distrik otonomnya mulai April 2021 akan memberikan dana bantuan bencana untuk membantu menghadapi krisis sebesar total 500 miliar KRW kepada usaha kecil dan sebagainya.

Pada 22 Maret 2021, pemerintah kota Seoul mengumumkan akan memberikan subsidi kepada sekitar 700.000 orang, termasuk pemilik usaha kecil dan kelompok rentan, dengan jumlah 200 miliar KRW dari pemerintah kota dan 300 miliar KRW dari pemerintah distrik otonom.

Terlepas dari dana subsidi bencana keempat yang dibagikan oleh pemerintah negara Korea Selatan, dukungan selektif diberikan kepada individu yang mengalami kerugian yang cukup parah.

Bersamaan dengan bantuan ini, akan dilanjutkan dengan bantuan pinjaman tanpa bunga senilai 500 miliar KRW untuk pemilik usaha kecil.

Sekitar 460.000 orang dari kelompok rentan berpenghasilan rendah, seperti penerima bantuan subsidi dasar, akan menerima dana bantuan hidup sebesar 100.000 KRW per orang.

Pembekuan Tarif Listrik untuk Kuartal Kedua

Meski harga minyak internasional naik, pemerintah Korea dan KEPCO membekukan tarif listrik untuk kuartal kedua tahun 2021.

Tarif listrik pada kuartal kedua sebelumnya diperkirakan akan meningkat setelah tujuh tahun, dengan mempertimbangkan tren kenaikan biaya bahan bakar.

Dengan diperkenalkannya sistem indeks biaya bahan bakar, pemerintah telah mengumumkan kebijakan untuk menunda penyesuaian tarif jika terjadi keadaan luar biasa seperti kenaikan tajam harga minyak dalam waktu singkat.

Keputusan tersebut tampaknya mencerminkan kekhawatiran bahwa kenaikan tarif listrik dapat memicu kenaikan harga secara umum.

Pembatasan Sosial dan Larangan Berkumpul Lebih dari 4 Orang Diperpanjang 2 Minggu

Pada 12 Maret 2021, pemerintah Korea Selatan mengumumkan bahwa pemerintah akan memperpanjang fase jarak sosial, yang berakhir pada tanggal 14 Maret 2021, selama dua minggu lagi hingga tanggal 28 Maret 2021.

Selain itu, larangan berkumpul lebih dari 4 orang tetap dipertahankan.

Pemerintah Korea mengumumkan bahwa jumlah kasus Covid-19 positif telah stagnan di angka 300-400 orang per hari selama delapan minggu berturut-turut. Periode dua minggu hingga 28 Maret 2021 ditetapkan sebagai periode penanggulangan khusus untuk secara intensif memeriksa fasilitas multi guna dan tempat-tempat kerja para pekerja migran. Pemeriksaan tersebut berkaitan dengan apakah fasilitas dan tempat kerja tersebut sudah mengikuti aturan pencegahan penyebaran virus Covid-19.

Pemerintah Menginspeksi Tempat Kerja Para Imigran

Ketika wabah Covid-19 berlanjut di tempat kerja dengan jumlah pekerja migran yang banyak, maka pemerintah Korea memulai inspeksi dengan intensif.

Sejak 4 Maret 2021, Kementerian Tenaga Kerja dan Buruh telah melakukan inspeksi total terhadap 11.900 tempat kerja yang mempekerjakan lima atau lebih pekerja migran dan memiliki asrama.

Inspeksi ini dijadwalkan berjalan hingga 26 Maret 2021. Kementerian Tenaga Kerja dan Buruh juga berencana untuk memaksimalkan kebijakan pencegahan penyebaran virus dengan memeriksa 40% dari semua tempat kerja di minggu pertama.

Setiap pemerintah daerah juga telah mengeluarkan perintah administratif untuk diagnosis dan pemeriksaan pekerja migran.

Pada 8 Maret 2021, Provinsi Gyeonggi mengeluarkan perintah administratif untuk pekerja migran dan pemilik bisnis yang mempekerjakan pekerja migran untuk mendapatkan pemeriksaan Covid-19 pada tanggal 22 Maret 2021, dan pada tanggal 9 Maret 2021, Pemerintah Gangwon juga telah mengeluarkan perintah administratif dengan konten yang sama.

Imigran Tidak Berdokumen Pun Bisa Mendapatkan Pemeriksaan Covid-19 Gratis

Imigran yang diduga bergejala di tengah penyebaran virus Covid-19, harus menjalani pemeriksaan.

Imigran yang tidak berdokumen pun bisa mendapatkan pemeriksaan Covid-19 gratis tanpa verifikasi visa.

Kementerian Kehakiman mengatakan bahwa informasi yang diberikan kepada institusi medis tidak akan digunakan untuk tujuan selain tindakan pencegahan pandemi, dan razia imigrasi ilegal tidak akan dilakukan.

Jikapara imigran ingin mengetahui lokasi pusat seleksi di dekat kediaman mereka atau membutuhkan juru bahasa, maka mereka dapat menanyakannya melalui Pusat Informasi Umum Orang Asing Kementerian Kehakiman (1345), Pusat Konsultasi Pekerja Asing Kementerian Tenaga Kerja ( 1577-0071), atau Pusat Informasi Turis (1330).

Setelah Pandemi Dimulai, Jumlah Turis Asing Tidak Mencapai 10.000 Orang

Kurang dari 10.000 orang turis asing mengunjungi Korea Selatan setelah pandemi Covid-19 dimulai.

Menurut Organisasi Pariwisata Korea pada 8 Maret 2021, jumlah turis asing dari April hingga Desember 2020 hanya mencapai rata-rata 9.722 orang per bulan.

Jumlah ini kurang dari 1% dibandingkan 1,33 juta orang turis asing pada Januari 2020, sebelum penyebaran virus Covid-19 di Korea Selatan.

Dari April hingga Desember 2020, rata-rata jumlah turis Tiongkok per bulan adalah 340 orang, diikuti turis Jepang dan Taiwan masing-masing sebanyak 42 orang.

Jumlah turis Amerika Serikat sebesar 3.470 orang terhitung relatif besar.

Gyeonggi Membuat Model Akomodasi bagi Pekerja Migran di Pedesaan

Provinsi Gyeonggi merekomendasikan pengembangan model tempat tinggal untuk melindungi hak dan kepentingan pekerja migran di daerah pedesaan.

Pada 4 Maret 2021, Provinsi Gyeonggi mengumumkan rencana untuk melanjutkan proyek penelitian kebijakan jangka pendek selama tiga bulan melalui Institut Penelitian Gyeonggi.

Rencana Provinsi Gyeonggi adalah mempelajari pembangunan tempat tinggal baru dan cara pengoperasiannya, serta masalah beban biaya, penerapan pada tahap awal, dan perlindungan pekerja migran yang berada di titik buta hak asasi manusia.

Pengembangan model tempat tinggal di Provinsi Gyeonggi adalah hasil dari situasi tempat tinggal pekerja migran yang kurang layak. Salah satunya adalah kasus kematian seorang pekerja migran yang tinggal di rumah yang terbuat dari plastik pada akhir tahun 2020 di kota Pocheon.

Vaksinasi Covid-19 di Korea Dimulai 26 Februari

Pemerintah Korea Selatan akan memulai vaksinasi Covid-19 mulai 26 Februari 2021.

Mereka yang akan menerima vaksin untuk pertama kali adalah adalah penduduk dan pekerja di bawah usia 65 tahun di rumah sakit, fasilitas perawatan nasional, panti jompo dan fasilitas rehabilitasi.

Setiap pemerintah daerah berencana untuk melakukan inspeksi awal terhadap lembaga vaksinasi untuk vaksinasi yang aman.

Pemerintah berencana untuk membuka ‘Pendaftaran Vaksinasi’ mulai 25 Februari 2021, di mana setiap lembaga vaksinasi dapat mengecek calon penerima vaksin dan memasukkan catatan yang relevan sebelum vaksinasi skala penuh dimulai.

Presiden Moon Akan Meninjau Bantuan Covid-19 Tambahan untuk Masyarakat

Presiden Moon Jae-in mengatakan pada 19 Februari 2021 bahwa jika Korea Selatan dapat bebas dari pandemi Covid-19, maka pemerintah akan meninjau pembayaran subsidi untuk menghibur dan mendukung masyarakat.

Saat itu, juru bicara istana presiden mengatakan bahwa Presiden Moon mengatakan hal ini pada pertemuan makan siang dengan pimpinan Partai Demokrat.

Selain itu, Presiden Moon mendesak pemerintah partai untuk mengurangi titik buta sebanyak mungkin terkait bantuan bencana ke-4.

Presiden Moon berkata bahwa secara khusus, bantuan bencana yang diberikan harus disesuaikan dengan pendapatan, tetapi karena pendapatan tidak diidentifikasi, pemerintah telah memberikan bantuan dengan jumlah yang seragam. Akan tetapi, pemerintah akan berusaha untuk membuat sistem sebaik mungkin untuk mengecek penyesuaian pendapatan masyarakat.