카테고리: Indonesia

Penerapan Tindakan Pencegahan Covid-19 Khusus untuk Chuseok

Selama masa liburan Chuseok, pemerintah Korea memperkuat peraturan pencegahan Covid-19 untuk restoran dan bioskop di wilayah metropolitan, serta membatasi bisnis fasilitas hiburan di wilayah non-metropolitan.

Pada 25 September 2020, pemerintah menetapkan periode karantina khusus untuk Chuseok mulai 28 September hingga 11 Oktober 2020 dan mengumumkan tindakan yang harus dilakukan secara terperinci.

Tindakan yang diterapkan selama dua minggu difokuskan pada fasilitas makan dan rekreasi di kawasan metropolitan, serta fasilitas hiburan di kawasan non-metropolitan berdasarkan aturan PSBB Korea Selatan level dua.

Pada tingkay nasional, pertemuan dan acara berjumlah 50 orang di dalam ruangan dan 100 orang atau lebih di luar ruangan dilarang hingga 11 Oktober 2020. Promosi penjualan langsung di klub dan pub hiburan seperti diskotek, room salon, bar, dan lainnya juga tidak bisa beroperasi hingga 11 Oktober 2020.

Di wilayah metropolitan, ruang karaoke, ruang pertunjukan dengan penonton yang berdiri, olahraga kelompok dalam ruangan, prasmanan, dan akademi kelompok dengan lebih dari 300 orang dilarang, serta kelompok kecil dan makan bersama di gereja juga dilarang.

Di wilayah non-metropolitan, hanya aturan wajib, seperti mengenakan masker dan membuat daftar pengunjung, yang diterapkan pada lima fasilitas berisiko tinggi seperti karaoke, serta mulai 5 Oktober 2020, tergantung pada kondisi setempat, larangan grup terhadap lima fasilitas hiburan tidak termasuk pusat promosi penjualan langsung dapat dicabut.

Fasilitas Seni dan Budaya Nasional Dibuka Kembali Per 28 September

Fasilitas Seni dan Budaya Nasional, yang ditutup karena penyebaran Covid-19 yang meluas, akan dibuka kembali mulai 28 September 2020.

Pada 25 September 2020, Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata mengumumkan bahwa pemerintah akan mengakhiri penutupan fasilitas sesuai dengan keputusan Markas Besar Penanggulangan Bencana dan Keselamatan untuk mematuhi peraturan karantina yang ketat selama musim liburan serta mengoperasikan fasilitas nasional dan umum dalam ruangan.

Jumlah pengunjung dibatasi maksimal 30% dari jumlah orang yang dapat ditampung, dan jarak tempat duduk juga diterapkan di ruang pertunjukan.

Pengucuran Dana Bantuan kepada UKM Dimulai 25 September

Pengucuran “Dana Harapan Baru” senilai maksimal 2 juta KRW dimulai 25 September 2020. Dana ini diberikan kepada para pemilik usaha kecil dan menengah yang pemasukannya menurun drastis akibat pandemi Covid-19 dan juga pengetatan PSBB di Korea Selatan.

Menurut Kementerian UKM dan Startup Korea Selatan, dana dukungan ini akan dibayarkan kepada pemilik usaha kecil yang mengajukan permohonan secara online pada tanggal 24 September, dan dana akan ditransfer ke rekening mereka pada tanggal 25 September sore.

Kementerian UKM dan Startup telah menerima aplikasi online dengan mengirimkan SMS pada 23 September ke 2,43 juta usaha kecil yang berhak menerima dana bantuan.

Bulan Purnama Chuseok Akan Muncul 1 Oktober Pukul 18.20

Bulan purnama pada masa liburan Chuseok tahun 2020 akan muncul pada tanggal 1 Oktober pukul 18:20, menurut Institut Astronomi dan Luar Angkasa Korea Selatan (KASI).

Bulan purnama akan mulai muncul pada pukul 18:20 di Seou, dan akan naik menuju posisi tertinggi pada tanggal 2 Oktober pukul 00:20.

Setelah bulan purnama muncul dan berangsur-angsur naik, titik bulan menjadi bulat sepenuhnya akan dicapai pada tanggal 2 Oktober pukul 06:05 pagi.

Bulan purnama diperkirakan akan muncul pada pukul 18:21 di Incheon, 18:18 di Daejeon, 18:13 di Daegu, 18:20 di Gwangju, dan 18:11 di Busan.

Hati-hati Penipuan dalam Pendaftaran Bantuan Bencana ke-2!

Pada tanggal 23 September 2020, Badan Kepolisian Nasional menyerukan kepada masyarakat agar berhati-hati, karena ada penipuan dalam bentuk panduan untuk mengajukan bantuan bencana kedua di Korea Selatan.

SMS penipian terkait dana bantuan bencana akan dikirimkan dalam bentuk tautan terlampir ke alamat internet beserta kalimat seperti ‘Pertanyaan dan Panduan Bantuan Bencana untuk Mengatasi Krisis Covid-19 Bagi Semua Orang’ dan ‘Segera Konfirmasi Bantuan Bencana Anda’.

Tidak ada tautan dalam SMS pengumuman bantuan bencana dari pemerintah.

Produsen dan Distributor Termometer Ilegal Dibongkar Polisi

Polisi telah membongkar sindikat produsen dan distributor produk termometer inframerah non-kontak palsu. Permintaan termometer ini meningkat karena pandemi Covid-19.

Kepolisian Sipil Kota Seoul telah menangkap sepuluh orang, termasuk perwakilan dari produsen termometer tidak berlisensi, dan dua penjual yang mendistribusikan produk tanpa izin dari Tiongkok, serta memberlakukan larangan penjualan 20.000 termometer yang disimpan untuk tujuan ekspor.

Mereka dituduh mengimpor termometer Tiongkok senilai 200 juta KRW secara ilegal, menjualnya ke sekolah dan asosiasi warga senior, serta mencoba untuk memproduksi 30.000 produk senilai 1,1 miliar KRW tanpa izin dari Kementerian Keamanan Makanan dan Obat, lalu menjual atau mengekspornya secara online.

PSBB di Kota Seoul Diturunkan ke Level 2

Terhitung mulai 14 September 2020, pemerintah Korea Selatan menurunkan level PSBB di wilayah metropolitan Ibukota Seoul dari level 2,5 ke level 2.

Apabila level PSBB diturunkan ke level 2, konsumsi makanan dan minuman diperbolehkan di kafe dan toko roti waralaba, serta pembatasan bisnis restoran umum, yang tadinya hanya diizinkan sampai jam 9 malam, dihapuskan.

Tempat kursus bisa melanjutkan kelas tatap muka, serta ruang baca, kafe belajar, dan gym dibuka kembali.

Pemerintah meyakini bahwa masa liburan, termasuk Hari Hangeul dari Chuseok, akan menjadi titik infeksi terbesar di paruh kedua tahun ini, dan menetapkan jangka waktu dua minggu mulai 28 September sebagai masa kebijakan khusus.

Pemerintah Kota Seoul telah memperpanjang larangan berkumpul yang terdiri dari 10 orang atau lebih di seluruh kota hingga pukul 12 malam tanggal 11 Oktober 2020 sesuai dengan rencana periode pencegahan infeksi Corona khusus dari pemerintah.

Kasus Pembayaran Kupon Kepada Pekerja Migran Dikirim ke Kejaksaan

Seorang perekrut tenaga kerja di Yeongcheon, Gyeongsangbuk-do, yang membayar gaji pekerja migran dengan kupon, diserahkan ke kejaksaan atas tuduhan pelanggaran Undang-Undang Standar Tenaga Kerja.

Pada 14 September 2020, Kantor Administrasi Ketenagakerjaan dan Buruh Regional Daegu mengirimkan tuntutan ke kantor kejaksaan atas tuduhan pelanggaran Undang-Undang Standar Tenaga Kerja atas nama Tn. A, seorang perekrut tenaga kerja di Yeongcheon.

Menurut Kantor Administrasi Tenaga Kerja, operator A mengatur pengiriman pekerja migran ke sebuah pertanian di area Yeongcheon, dan setelah menerima upah harian yang seharusnya diterima pekerja migran dari pertanian, dia tidak membayar pekerja migran sebagaimana adanya, tetapi memberikan sebagai kupon yang dicetak dengan angka seperti ’10, 000 won ‘. Dia didakwa melanggar Undang-Undang Standar Tenaga Kerja.

Kantor Administrasi Tenaga Kerja menemukan bahwa jumlah honor yang dibayarkan kepada 25 korban mencapai 110 juta won.

WNA yang Tidak Bisa Memperpanjang PR, Sementara Dibebaskan dari Biaya

WNA dengan status penduduk tetap yang sedang berada di luar Korea Selatan dan tidak bisa memperpanjang PR-nya atau masa tinggalnya sudah kadaluarsa, bisa dibebaskan dari denda.

Markas Besar Kebijakan Imigrasi dan Orang Asing Kementerian Kehakiman mengumumkan bahwa mulai tanggal 25 September 2020, WNA dengan status penduduk tetap (visa F-5) akan dibebaskan sementara dari denda meskipun telah melewati masa penerbitan kembali kartu penduduk tetap akibat pandemi Corona 19.

WNA yang termasuk ke dalam kebijakan ini adalah WNA yang memperoleh kartu penduduk tetap sebelum tanggal 20 September 2008, tetapi tidak dapat mengajukan permohonan penerbitan kembali kartu penduduk tetap karena pandemi Corona 19 dan sedang berada di luar Korea Selatan.

WNA yang telah kehilangan status kependudukan permanen setelah melebihi periode izin masuk kembali selama dua tahun tidak memenuhi syarat untuk pembebasan denda.