카테고리: Indonesia

Pembatasan Sosial Diperpanjang Hingga 11 April

Pemerintah Korea Selatan memutuskan untuk memperpanjang pembatasan sosial hingga 2 minggu ke depan.

Pada 28 Maret 2021, Pemerintah Korea Selatan menetapkan level 2 pembatasan sosial di wilayah ibu kota Seoul dan sekitarnya serta level 1,5 untuk wilayah non ibu kota hingga 11 April 2021 pk. 24.00.

Pemerintah juga menetapkan bahwa pengunjung dilarang untuk makan di 21 bidang industri, seperti pertandingan olahraga, perpustakaan, galeri, museum, pameran, dan bazar.

Akan diberikan masa tenggang untuk persiapan terlebih dahulu pada 29 Maret hingga 4 April 2021.

Setelah masa tenggang selesai, masyarakat yang kedapatan makan di salah satu tempat tersebut akan dikenakan denda sebesar 100.000 KRW per orang.

Selain itu, kebijakan dasar terkait pencegahan Covid-19 lainnya tetap wajib untuk dilaksanakan oleh masyarakat yang berkunjung ke fasilitas umum. Kebijakan tersebut adalah memakai masker, pengumuman mengenai kebijakan pemerintah terkait Covid-19, melakukan pendaftaran pengunjung yang keluar masuk, melakukan penyemprotan disinfektan, dan membuka jendela untuk melakukan pertukaran udara. Selain itu, ada 3 buah penambahan yang diwajibkan oleh pemerintah, yaitu tidak makan di dalam ruangan, larangan masuk untuk orang yang bergejala, dan juga menetapkan manajer karantina.

Denda Bagi Pelanggaran Kebijakan Covid-19 Bagi Usaha yang Memperkerjakan Pekerja Asing

Dari sejumlah usaha yang mempekerjakan pekerja migran dan menempatkan mereka untuk tinggal di asrama, 357 buah di antaranya didenda karena melanggar kebijakan yang terkait dengan Covid-19.

Pada 26 Maret 2021, Kementerian Tenaga Kerja dan Buruh mengumumkan telah melakukan inspeksi khusus di 11.000 tempat usaha yang mempekerjakan lima orang atau lebih pekerja asing dan memiliki asrama. 357 buah di antaranya terkena denda.

Denda dikenakan karena tempat usaha tersebut tidak mematuhi aturan dengan benar seperti tidak mengenakan masker di tempat kerja setiap saat, tidak memasang pelindung di meja makan, dan tidak membatasi pergerakan di asrama.

Selain itu, Kementerian Tenaga Kerja dan Buruh mengumumkan bahwa pemerintah sedang melakukan inspeksi mandiri di 23.000 tempat usaha dengan kurang dari 5 pekerja asing setelah menyelesaikan inspeksi tempat usaha yang mempekerjakan lima atau lebih pekerja asing di seluruh penjuru Korea Selatan.

Dari jumlah tersebut, sekitar 2.000 tempat usaha yang rentan terhadap infeksi akan langsung diperiksa di tempat.

Bantuan Pemerintah untuk Mencegah Kecelakaan Fatal di Usaha Kecil

Pemerintah Korea Selatan secara intensif mendukung pembangunan infrastruktur keselamatan untuk usaha berskala kecil di industri konstruksi dan manufaktur, di mana korban jiwa akibat kecelakaan industri sering terjadi.

Pada 25 Maret 2021, Kementerian Tenaga Kerja dan Buruh mengumumkan langkah-langkah untuk mengurangi kematian dalam kecelakaan industri dan mengumumkan bahwa pemerintah akan memperkuat panduan teknis untuk mencegah kecelakaan industri untuk 110.000 lokasi konstruksi kecil dan menengah.

Selain itu, untuk memperkuat tanggung jawab subkontraktor, biaya pemasangan fasilitas keselamatan harus tercermin dalam biaya konstruksi, dan instansi asli saat memasang fasilitas keselamatan secara langsung.

Pendiri dan Pemilik Shin Ramyeon Wafat

Pada 27 Maret 2021, Shin Chun-ho, pemimpin dan pemilik Nongshim, perusahaan yang memproduksi Shin Ramyeon, wafat pada usia 92 tahun.

Pihak Nongshim menyatakan bahwa Shim wafat karena penyakit kronis pada tanggal 27 Maret 2021 pk. 03.38.

Shin mendirikan Nongshim pada tahun 1965 dan mengembangkan produk seperti Shin Ramyeon, Chapaghetti, dan kerupuk udang.

Shin lahir di Ulsan pada tanggal 1 Desember 1930 dan merupakan saudara dari almarhum pendiri Lotte, Shin Gyeok-ho, CEO kehormatan Lotte Group.

IMF Memperkirakan Pertumbuhan Ekonomi Korea Tumbuh Menjadi 3,6%

Menyusul pengumuman perkiraan pada bulan Januari 2021, Dana Moneter Internasional (IMF) menaikkan perkiraan tingkat pertumbuhan ekonomi Korea Selatan.

Dalam laporan yang dirilis oleh IMF pada 26 Maret 2021, Kementerian Strategi dan Keuangan memperkirakan bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi Korea yang telah disesuaikan naik 0,5% menjadi 3,6%, mencerminkan peningkatan ekspor dan investasi menyusul pemulihan ekonomi di negara-negara kunci.

IMF juga melihat tingkat pertumbuhan Korea di -1% tahun 2020, dan menyesuaikannya naik 0,1% dari angka -1,1% di bulan Januari 2021.

Kampanye Pemilihan Ulang dan Sela Dimulai 7 April

Pada 25 Maret 2021, kampanye pemilihan ulang dan sela dimulai.

Pemilihan ini akan diadakan di 21 daerah pemilihan, termasuk 2 ketua organisasi regional di Seoul dan Busan, 2 ketua organisasi dasar, 8 anggota dewan daerah, dan 9 anggota dewan dasar.

Ini adalah pemilihan untuk memilih walikota dari dua kota besar di Korea, Seoul dan Busan, dan pemilihan yang berlangsung setahun sebelum pemilihan presiden selanjutnya, sehingga pemilihan kali ini menjadi sangat penting.

Hari pemungutan suara pada 7 April 2021 bukanlah hari libur umum karena merupakan pemilihan ulang dan pemilihan sela.

Komnas HAM, Pemerintah Daerah Mendiskriminasi Imigran dengan Kebijakan Wajib Tes PCR

Komnas HAM menilai peraturan pemerintah daerah yang memaksa para imigran untuk menjalani tes swab Covid-19 merupakan diskriminasi terhadap WNA.

Pada 22 Maret 2021, Komisi Hak Asasi Manusia menyatakan bahwa perintah administratif dari beberapa pemerintah daerah yang memaksa hanya pekerja migran untuk menjalani tes swab Covid-19 merupakan tindakan diskriminatif terhadap WNA.

Komisi Hak Asasi Manusia menyampaikan kepada pemerintah Korea dan kepala pemerintah daerah bahwa berdasarkan prinsip hak asasi manusia, penetapan dan penerapan kebijakan karantina non-diskriminatif, Komnas HAM mendesak pemerintah untuk menjaga keamanan para pekerja migran melalui kepastian hak untuk bekerja dengan aman melalui tempat tinggal dan lingkungan kerja yang aman dari risiko Covid-19.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Seoul, Gyeonggi-do, Kota Daegu, Gangwon-do, dan Jeollanam-do telah mengeluarkan perintah administratif bahwa pekerja asing, termasuk pekerja asing ilegal dan pemilik perusahaan yang mempekerjakan pekerja migran di lokasi bisnis mereka, untuk menjalani tes swab Covid-19.

67,8% Warga Korea Ingin Mendapatkan Vaksin Covid-19

Berdasarkan hasil survei, sekitar 7 dari 10 warga Korea Selatan ingin mendapatkan vaksin Corona 19.

Pada 24 Maret 2021, pemerintah Korea Selatan mengumumkan hasil dari pelaksanaan Survei Persepsi Terkait Covid-19 pada 1.000 orang dewasa berusia di atas 18 tahun di seluruh penjuru Korea Selatan dari tanggal 17 hingga 18 Maret 2021.

Di antara total responden, 67,8% dari 968 orang yang menyatakan tidak ingin divaksinasi menyatakan bersedia untuk menerima vaksinasi, 12,9% mengatakan tidak akan divaksinasi, dan 19,1% menyatakan belum tahu.

Perekonomian Rumah Tangga Korea Mengalami Resesi Tetapi Surplus pada 2020

Di tengah krisis ekonomi akibat penyebaran Covid-19 pada tahun 2020, surplus seluruh rumah tangga Korea mencapai rekor tertinggi.

Namun, kesenjangan pendapatan semakin melebar, dengan defisit rumah tangga berpenghasilan rendah semakin parah dan surplus rumah tangga berpenghasilan tinggi meningkat tajam.

Pada 22 Maret 2021, menurut hasil survei tren rumah tangga oleh Badan Pusat Statistik, angka surplus, yang merupakan persentase sisa uang dari konsumsi dan pengeluaran rumah tangga nasional dengan dua orang atau lebih tahun lalu, adalah 32,9% di kuartal pertama, 32,3% di kuartal kedua, dan 30,9% di kuartal ketiga, semuanya melebihi 30% dengan 30,4% di kuartal keempat.

Dalam survei tren rumah tangga yang disusun sejak tahun 2003, hanya lima kali jumlah rumah tangga yang mencatat surplus triwulanan sebesar 30% atau lebih. 4 dari 5 waktu tersebut terjadi tahun lalu dan satu kali terjadi pada kuartal keempat tahun 2016.

Pada kuartal keempat tahun 2020, tingkat surplus rumah tangga pada 20% pendapatan terbawah tercatat -17,8%, dan tingkat surplus rumah tangga 20% pendapatan teratas adalah 42,8%.

Para ahli menjelaskan bahwa pengurangan pengeluaran konsumsi yang disebabkan oleh jaga jarak sosial dan penyesuaian pengeluaran konsumsi untuk mempersiapkan guncangan ekonomi masa depan yang tidak pasti telah dilakukan.