카테고리: Indonesia

Pemkot Seoul Akan Memberikan Dana Bantuan Bencana kepada Imigran

Pemerintah Kota Seoul memutuskan untuk memberikan dana bantuan bencana kepada imigran karena pandemi Covid-19 dan telah mengamankan anggaran terkait.

Pemkot telah memasukkan Biaya Hidup Darurat Bencana Bagi Imigan dalam anggatan tambahan ketiga tahun 2020 dan telah disahkan oleh dewan kota pada 30 Juni 2020.

Pemkot memperkirakaan ada 300.000 imigran resmi di dalam Kota Seoul dan sekitar 100.000 rumah tangga bisa mendapatkan bantuan dana darurat.

Imigran yang bisa mendapatkan dana darurat adalah imigran resmi yang mempunyai pendapatan di dalam Korea Selatan.

Salah seorang perwakilan pemkot mengatakan bahwa pemkot akan menerapkan standar yang sama dengan WN Korea.

Pemkot menerima kritik dari Komisi Hak Asasi Manusia Nasional Korea Selatan yang mengatakan bahwa pengecualian imigran dalam kebijakan dana darurat bencana merupakan pelanggaran terhadap hak kesetaraan hidup.

Imigran Ilegal Akan Didenda Walaupun Meninggalkan Korea dengan Sukarela

Terhitung mulai 1 Juli 2020, imigran ilegal akan didenda walaupun meninggalkan Korea Selatan dengan sukarela.

Kebijakan Penanggung Jawaban Imigran Ilegal yang dimulai pada 11 Desember 2020 berakhir pada akhir Juni 2020 sehingga imigran ilegal yang meninggalkan Korea Selatan setelah 1 Juli 2020 akan dikenakan denda.

Akan tetapi, denda sebesar 30% akan dikenakan pada bulan Juli- September 2020 dan denda sebesar 50% akan dikenakan mulai bulan Oktober 2020.

Imigran yang membayar denda akan dibebaskan dari larangan masuk ke Korea Selatan, akan tetapi imigran yang tidak membayar denda akan dilarang masuk ke Korea Selatan selama 1-10 tahun.

Perubahan Metode Penerbitan Visa Korea

Terhitung mulai 1 Juli 2020, setiap WNA yang akan masuk ke Korea Selatan tidak akan mendapatkan sertifikat stiker visa yang ditempel di paspor, melainkan “Sertifikat Penerbitan Visa”.

Sejak 24 Februari 2020, penerbitan stiker visa ini telah ditangguhkan di kedutaan di 24 negara seperti Amerika Serikat, Jepang, dan negara Eropa lainnya, serta akan ditangguhkan di semua lembaga diplomasi Korea Selatan di negara lainnya.

WNA bisa mencetak sertifikat tersebut di Portal Visa Korea Selatan.

Keaslian sertifikat tersebut dapat dicek dengan memasukkan nomor paspor, nama, dan tanggal lahir di menu “Check Application Status and Print (Cek Status Aplikasi dan Cetak)”.

Anak-anak dan Remaja Dilarang Melakukan Siaran Langsung Lebih dari 3 Jam

Anak-anak dan remaja tidak akan bisa melakukan siaran langsung di channel pribadi di internet selama lebih dari 3 jam atau melakukan siaran langsung lebih dari jam 10 malam.

Pada tanggal 30 Juni 2020, Komisi Komunikasi Korea Selatan mengumumkan pedoman pelindungan konten anak-anak dan remaja setelah adanya kontrobersi mengenai pelecehan anak-anak di siaran pribadi di internet.

Pedoman perlindungan anak-anak dan remaja itu mencakup pelarangan konten seperti pelecehan secara fisik, emosional, dan psikologis kepada anak-anak dan remaja, serta kewajiban pernyataan keterangan tujuan dan keuntungan produksi konten serta persetujuan dari wali anak-anak dan remaja yang akan muncul di dalam konten.

Pengunjung Fasilitas Berisiko Tinggi Wajib Menggunakan Aplikasi PASS

Pengunjung fasilitas berisiko tinggi Covid-19 seperti karaoke dan club, wajib menggunakan aplikasi yang digunakan oleh 3 perusahan telekomunikasi untuk membuktikan identitas pribadi.

Pada 24 Juni 2020, 3 perusahaan telekomunikasi Korea, yaitu SK Telecom, KT, dan LG U+ memperkenalkan aplikasi PASS untuk membuktikan identitas pribadi para pengguna.

QR Code PASS dapat digunakan oleh warga berusia 14 tahun ke atas dan pengguna 3 perusahaan telekomunikasi tersebut.

Karantina Selesai Setelah 10 Hari Menjadi Pasien Positif dan 4 Hari Tidak Demam

Standar waktu karantina untuk pasien positif Covid-19 berubah tergantung dengan membaiknya gejala para pasien positif.

Sebelumnya, pasien bergejala bisa keluar dari karantina jika yang bersangkutan sudah melakukan 2 kali tes swab berturut-turut dengan hasil negatif. Akan tetapi, setelah 25 Juni 2020, pasien positif bisa keluar dari karantina juga memenuhi satu dari beberapa syarat berikut ini.

Pasien bergejala yang sudah 10 hari dinyatakan positif dan tidak demam selama 72 jam berturut-turut dapat keluar dari isolasi jika kondisinya terus membaik.

Orang tanpa gejala bisa keluar dari karantina jika tidak menunjukkan gejala dalam 10 hari setelah dinyatakan positif.

Imigran Bisa Mendaftar Online untuk Izin Masuk Kembali ke Korsel

Pemerintah Korea Selatan membuka sistem aplikasi online untuk pendaftaran izin masuk kembali ke Korsel.

Terhitung mulai 22 Juni 2020, para imigran tidak perlu mengunjungi kantor imigrasi dan pusat pelayanan imigrasi di bandara Korsel untuk bisa mendapatkan surat izin masuk kembali ke wilayah Korsel.

Seluruh imigran terdaftar bisa mengajukan izin tersebut melalui website Hi Korea. Imigran juga bisa mengirimkan dokumen dan membayar biaya, selain mendapatkan sertifikat izin masuk kembali ke wilayah Korsel.

Imigran yang sudah mendapatkan surat izin masuk kembali ke wilayah Korsel yang dikeluarkan secara online tidak perlu mendapatkan izin masuk lagi secara terpisah setelah meninggalkan Korsel dan bisa mendapatkan diskon biaya sebesar 20% jika melakukan pendaftaran secara online.

Penerbitan Visa Semi Permanen bagi Veteran Berbakat dan Keturunan Veteran

Sebagai peringatan 70 tahun terjadinya Perang Korea, pemerintah Korea Selatan memberikan visa dengan status semi-permanen kepada 68 orang verteran perang dan keturunanya sehingga mereka bebas untuk bekerja dan belajar di Korea Selatan.

Pada 25 Juni 2020, Kementerian Hukum mengumumkan bahwa pemerintah akan memberikan visa semi permanen (F-2) kepada 68 orang yang telah berpartisipasi dan menyelesaikan Program Beasiswa Veteran PBB dan keturunannya, serta pemegang beasiswa KGSP.

Menurut kewarganegaraannya, 14 orang berasal dari India, 8 orang berasal dari Amerika Serikat, 8 orang berasal dari Thailand, 8 orang berasal dari Ethiopia, 6 orang berasal dari Filipina, dan 10 orang dari negara lainnya.