Pekerja Migran Dibayar dengan Uang Palsu Sebesar 400 Juta KRW

999

Otoritas pekerja telah mengonfirmasi fakta mengenai perusahaan yang membayar pekerjanya dengan ‘uang palsu’ berupa kupon-kupon.

Pada 11 Desember 2019, Kantor Pekerja dan Perekrutan Daerah Daegu menyatakan bahwa petugas sedang memeriksa pemilik perusahaan penyalur pekerja yang sudah menyalahi aturan karena membayar pekerjanya dengan uang palsu berupa kupon yang bertuliskan sejumlah uang. Sebelumnya, petugas menangkap pekerja migran ilegal yang tidak memiliki visa kerja yang sedang bekerja di lahan pertanian di Yeongcheon, Gyeongsangbuk-do dan mendapatkan bahwa pekerja tersebut dibayar dengan kupon.

Perusahaan penyalur tersebut dicurigai tidak membayar gaji sebesar sekitar 1,5 juta KRW per bulan selama setahun kepada pasangan pekerja migran dari Vietnam yang berusia 50-an tahun untuk bekerja di lahan pertanian bawang bombay, bawang putih, dan cabai di daerah Yeongcheon. Selain itu, kasus gagal bayar gaji sebesar 1,5 juta KRW kepada 2 pekerja migran Vietnam lain juga sedang diinvestigasi.

Menurut organisasi masyarakat bernama Koferensi Solidaritas Regional Daegu-Gyeongbuk untuk Hak Asasi dan Hak Pekerja bagi Pekerja Migran’, perusahaan telah membayarkan uang palsu, bukan dengan uang tunai, kepada para pekerja mulai dari tahun 2018.

Jika para pekerja migran memprotes gaji yang didapatkan, perusahaan hanya menjawab dengan intimidasi, “jika kalian melapor ke polisi, maka kalian bisa ditangkap. Kalian harus membayar denda dan bisa dipenjara.”

Setelah dicek, ada sekitar 200 orang pekerja migran yang disalurkan oleh perusahaan penyalur tersebut ke berbagi perusahaan. Puluhan pekerja migran belum mendapatkan gaji sebesar 1-30 juta KRW per orang atau total sekitar 300-400 juta KRW.

<이주노동자에게 ‘가짜 돈’ 4억 체불>

이주노동자에게 쿠폰 형태의 ‘가짜 돈’을 주며 일을 시켜온 용역업체 대표가 고발 조치돼 노동당국이 사실 확인에 나섰다.

12월 11일, 대구지방고용노동청은 경북 영천에서 취업비자가 없는 외국인들을 농장에 취업시킨 뒤 종이에 금액을 적은 가짜 돈을 주는 등의 방식으로 임금을 체불한 혐의(근로기준법 위반)로 파견용역업체 대표를 조사 중이라고 밝혔다.

이들은 지난해부터 최근까지 영천지역 양파·마늘·고추 농가 등지에서 일해온 베트남 출신 50대 부부의 임금 1500여만원을 지급하지 않은 혐의를 받고 있고, 또 다른 베트남 이주노동자 2명이 약 1500만원의 임금을 받지 못했다며 진정을 낸 건에 대해서도 조사를 받고 있다.

시민단체인 ‘이주노동자 인권·노동권 실현을 위한 대구경북지역 연대회의’에 따르면 해당 용역업체 대표는 지난해부터 이주노동자에게 현금 대신 임의로 만든 가짜 돈을 일당으로 줬다.

이주노동자들은 임금을 받기 위해 업체 대표에게 하소연하는 과정에서 “만약 신고하면 (경찰에) 잡혀갈 수도 있다. 벌금도 내야 하고 감옥에도 갈 수 있다”면서 협박을 받기도 했다.

연대회의 측은 지난 2년 동안 해당 업체에 소속된 이주노동자 파견 인력이 약 200명이었던 점을 비춰볼 때, 수십 명의 노동자가 1인당 100만~3000만원까지, 모두 3억~4억원가량의 임금을 받지 못한 것으로 추정하고 있다.

답글 남기기

아래 항목을 채우거나 오른쪽 아이콘 중 하나를 클릭하여 로그 인 하세요:

WordPress.com 로고

WordPress.com의 계정을 사용하여 댓글을 남깁니다. 로그아웃 /  변경 )

Google photo

Google의 계정을 사용하여 댓글을 남깁니다. 로그아웃 /  변경 )

Twitter 사진

Twitter의 계정을 사용하여 댓글을 남깁니다. 로그아웃 /  변경 )

Facebook 사진

Facebook의 계정을 사용하여 댓글을 남깁니다. 로그아웃 /  변경 )

%s에 연결하는 중