Amandemen UU Upah Minimum

 

최저임금법

Amandemen Undang-undang mengenai Upah Minimum telah diloloskan oleh Majelis Nasional Korea Selatan pada 28 Mei 2018.

Bagian dari amandemen tersebut adalah penyatuan bonus, tunjangan makan, tunjangan transportasi, dan tunjangan lainnya ke dalam gaji bulanan.

Majelas Nasional Korea Selatan menjelaskan bahwa pemerintah berusaha untuk meringankan beban perusahaan karena peningkatan upah minimum yang drastis. Akan tetap para buruh menolak amandemen ini karena menganggap amandemen ini membuat peningkatan jumlah upah minimum menjadi tidak berguna.

Sampai saat ini, hanya besaran gaji seperti gaji pokok dan tunjangan jabatan di slip gaji yang secara umum membagi setail gaji menjadi gaji pokok, bonus, tunjangan makan, dan tunjangan transportasi.

Setelah amandemen ini disetujui, mulai tahun depan gaji dan tunjangan lainnya akan mulai disatukan di dalam upah minimum.

Bonus tidak bisa melebihi 25% dari upah minimum dan tunjangan tidak bisa melebihi 7% dari upah minimum. Jika bonus melebihi rasio tersebut, maka jumlahnya akan dihitung ke dalam upah minimum. Rasio ini akan diturunkan sedikit demi sedikit dan mulai 2024, seluruh bonus dan tunjangan akan masuk dalam perhitungan upah minimum.

Untuk karyawan yang menerima gaji pokok sesuai upah minimum, yaitu sebesar 1.570.000 won dan menerima bonus sebesar 500.000 won serta tunjangan sebesar 200.000 won, maka jumlah bonus yang lebih dari 25% upah minimum (390.000 won) dan jumlah tunjangan yang lebih dari 7% (110.000 won) akan dimasukkan dalam perhitungan upah minimum. 110.000 won dari jumlah bonus dan 90.000 won tunjangan kesejahteraan akan dimasukkan dalam perhitungan upah minimum.

Setiap pekerja memiliki perhitungan gaji yang berbeda. Para buruh bergaji di bawah 25.000.0000 won per tahun dapat menjadi korban amandemen ini karena setiap perusahaan memiliki kebijakan insentif dan tunjangan kesejahteraan yang berbeda-beda.

Pemerintah menyatakan akan mencari jalan tengah untuk menghubungan tujuan melindungi hak upah para buruh berupah rendah dan mengurangi beban UKM.

Komunitas buruh menolak dengan keras amandemen ini.

 

<최저임금법 개정>

5월 28일, 최저임금법 개정안이 국회 본회의를 통과했다.

개정안은 정기 상여금과 식비, 교통비 등 복리후생비 일부를 최저임금에 포함하는 내용을 담고 있다.

국회와 정부는 최저임금의 급격한 인상에 따른 사용자의 부담을 덜기 위한 것이라고 설명하고, 노동계는 최저임금 인상 효과를 없애는 조치라며 강하게 반발하고 있다.

지금까지는 일반적으로 기본급, 상여금, 식비, 교통비 등의 항목으로 나뉘어 있는 월급 명세서에서 기본급과 직무·직책 수당 등의 고정 수당만 최저임금 산입범위에 포함됐다.

개정안이 통과되면서 내년부터는 최저임금 산입범위에 정기 상여금과 복리후생비 일부가 포함된다.

상여금의 경우 최저임금의 25% 넘는 금액, 식비나 교통비 등의 복리후생비는 7% 넘는 금액이 최저임금에 포함된다. 이 비율은 단계적으로 낮아져 2024년이면 정기상여금과 복리후생비 전액이 포함된다.

월 최저임금인 157만 원을 기본급으로 받고 상여금을 50만 원, 복리후생비를 20만 원 받는 근로자의 경우 상여금은 157만 원의 25%인 39만 원, 복리후생비는 7%인 11만 원을 넘는 금액부터 최저임금에 포함됩니다. 상여금 중 11만 원과 복리후생비 중 9만 원이 기본급과 함께 최저임금으로 산출되는 셈이다.

근로자마다 임금의 세부 항목이 다르다. 똑같이 2,500만 원 이하의 임금을 받고 있더라도 성과급이나 복리후생비를 상대적으로 많이 받는 저임금 노동자는 개정안으로 인해 피해를 볼 수 있다.

정부는 당초 이번 개편을 통해 저임금 노동자의 임금보장과 중소기업과 소상공인의 부담 완화라는 두 목표 사이에서 균형을 찾겠다고 밝혔다.

노동계는 이번 개정안에 강경하게 맞서고 있다.

답글 남기기

아래 항목을 채우거나 오른쪽 아이콘 중 하나를 클릭하여 로그 인 하세요:

WordPress.com 로고

WordPress.com의 계정을 사용하여 댓글을 남깁니다. 로그아웃 /  변경 )

Google+ photo

Google+의 계정을 사용하여 댓글을 남깁니다. 로그아웃 /  변경 )

Twitter 사진

Twitter의 계정을 사용하여 댓글을 남깁니다. 로그아웃 /  변경 )

Facebook 사진

Facebook의 계정을 사용하여 댓글을 남깁니다. 로그아웃 /  변경 )

w

%s에 연결하는 중