Titik Buta Imigran Pernikahan Mengenai Sistem Uang Jaminan Untuk Kebutuhan Pokok

bai_CI

Badan Audit dan Inspeksi Korea (BAI) menyatakan bahwa perbedaan standar kemakmuran para imigran pernikahan dengan warga negara Korea Selatan untuk uang jaminan kebutuhan pokok merupakan titik buta dari kesejahteraan masyarakat.

BAI pada 24 Mei 2018 mempublikasikan hasil dari penelitian “Kondisi Terkini ddari Promosi Kebijakan untuk Keluarga Multikultur”.

Syarat bagi warga negara Korea adalah adanya tanggungan dan jumlah gaji. Akan tetapi bagi WNA, ada tambahan syarat berupa remaja yang sedang ditanggung atau tinggal dengan orang tua pasangannya.

Walaupun merupakan imigran pernikahan, WNA tidak dapat menerima uang jaminan untuk kebutuhan pokok apabila memiliki anak yang sudah dewasa atau  tinggal dengan orang tua.  WNA dapat menerima uang jaminan tersebut apabila hamil dengan suami yang sudah meninggal. Akan tetapi jika WNA tersebut hamil dengan suami yang sudah bercerai, maka ia tidak bisa menerima uang jaminan tersebut.

BAI pun menyatakan bahwa dengan sistem yang ada saat ini, ada kemungkinan bahwa beberapa keluarga multikultural hidup di bawah standar kebutuhan pokok sehingga BI pun menyampaikan rencana revisi kebujakan baru. BAI akan melakukan pertemuan dengan Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan serta Kementerian Kesetaraan Gender dan Keluarga untuk membicarakan hal ini.

BAI pun menemukan bahwa bantuan untuk para imigran perempuan yang terkena kekerasan dalam pernikahan masihlah kurang.

BAI juga menyatakan bahwa penolakan wanita imigran tidak terdaftar untuk memasuki shelter merupakan pelanggaran HAM.

BAI telah menyampaikan kepada Menteri Kesejahteraan Gender dan Keluarga untuk memperbaiki kebijakan yang sudah ada agar para wanita yang mendapatkan kekerasan dalam rumah tangga dapat dilindungi dan mendapatkan bantuan tanpa melihat status visa mereka.

 

<결혼이민자 ‘기초생활보장급여’ 사각지대>

감사원은 결혼이민자들이 내국인들과 다른 기초생활보장급여 수급 조건으로 복지 사각지대에 놓일 우려가 있다고 지적했다.

5월 24일, 감사원은 ‘다문화가족 정책 추진 실태’ 점검 결과를 공개하면서 이같이 밝혔다.

한국인은 부양의무자와 소득액 등 일정 수급기준만 충족하면 되지만 결혼이민자는 미성년자를 양육하거나 배우자의 직계존속과 주거를 같이하는 등 추가 조건을 충족해야 한다.

결혼이민자라 하더라도 자녀가 없거나 성년 자녀와 생계·주거를 같이할 경우 기초생활보장급여를 받을 수 없고, 사별한 배우자의 태아를 임신 중이면 수급 대상자가 되지만 이혼한 배우자의 태아를 임신하면 수급 대상에서 제외된다.

감사원은 현행 제도로 결혼이민자 가족이 최저한의 기초생활을 보장받지 못할 우려가 있다고 지적하고 관계 부처 장관에게 제도 개선 방안 마련을 통보했다. 복건복지부와 여성가족부는 부처 간 협의를 진행하겠다고 밝혔다.

감사원은 가정폭력을 당한 결혼 이주여성에 대한 시설입소 지원이 미흡하다는 사실도 적발했다.

미등록 이주여성이 쉼터 입소대상에서 제외돼 인권을 침해당할 우려가 있다고 지적했다.

감사원은 가정폭력 피해를 당한 결혼 이주여성이 등록 여부와 관계없이 긴급지원 및 보호를 받을 수 있도록 지침을 개정할 것을 여성가족부 장관에게 통보했다.

답글 남기기

아래 항목을 채우거나 오른쪽 아이콘 중 하나를 클릭하여 로그 인 하세요:

WordPress.com 로고

WordPress.com의 계정을 사용하여 댓글을 남깁니다. 로그아웃 /  변경 )

Google+ photo

Google+의 계정을 사용하여 댓글을 남깁니다. 로그아웃 /  변경 )

Twitter 사진

Twitter의 계정을 사용하여 댓글을 남깁니다. 로그아웃 /  변경 )

Facebook 사진

Facebook의 계정을 사용하여 댓글을 남깁니다. 로그아웃 /  변경 )

w

%s에 연결하는 중