Wanita Imigran Tak Terdaftar Pun Bisa Melaporkan Me Too

metoo-2859980_640

Kementerian Hukum mengumumkan pada 21 Maret 2018 mengenai rencana pembuatan Undang-undang Terintegrasi Mengenai Kekerasan Seksual untuk Wanita Migran.

Kementerian Hukum menegaskan bahwa alasan dari kurang adanya respon dari para wanita migran korban kekerasan seksual adalah kurang fasihnya bahasa Korea, kurangnya informasi, dan ketakutan akan dirinya yang tidak terdaftar di imigrasi. Oleh karena itu pemerintah berinisiatif untuk membuat undang-undang baru.

Para wanita migran yang menjadi korban kekerasan seksual akan dapat melapor secara hukum tanpa melihat status kependudukan mereka.

Pada undang-undang terdahulu disebutkan bahwa petugas wajib melaporkan identitas WNA yang menjadi korban kejahatan kepada kantor imigrasi. Akan tetapi, Kementerian Hukum menghapus ketentuan itu untuk para korban yang menjadi korban kejahatan seksual.

Selain itu, Kementerian Hukum juga menyediakan informasi kepada para korban kekerasan seksual melalui Pusat Telepon Terpadu untuk WNA (☎1345) yang tersedia dalam 20 bahasa, serta membantu para korban yang melapor.

 

<미등록 이주여성도 ‘미투’ 신고 가능>

3월 21일, 법무부는 이주여성 성폭력 종합 대책을 마련해 추진해 나가겠다고 밝혔다.

법무부는 이주여성 성폭력 피해자들의 소극적 대응의 주원인이 한국어 부족, 정보 부족, 미등록자 신고의 두려움에 있다는 점을 확인하고 새로운 정책을 마련했다.

성폭력 피해 이주여성은 체류 상태에 상관 없이 법적 구제절차를 받을 수 있게 된다.

이를 위해 법무부는 공무원이 범죄 피해를 본 외국인의 신원을 출입국관리사무소에 반드시 통보하도록 한 현행 규정을 고쳐 성범죄 피해 이주민에 대해서는 통보 의무를 면제하기로 했다.

또한 법무부는 20개 다국어 서비스를 지원하는 외국인종합안내센터(☎1345)를 활용해 성폭력 피해자들에게 정보를 제공하고 피해 신고를 지원하기로 했다.

답글 남기기

아래 항목을 채우거나 오른쪽 아이콘 중 하나를 클릭하여 로그 인 하세요:

WordPress.com 로고

WordPress.com의 계정을 사용하여 댓글을 남깁니다. 로그아웃 /  변경 )

Google+ photo

Google+의 계정을 사용하여 댓글을 남깁니다. 로그아웃 /  변경 )

Twitter 사진

Twitter의 계정을 사용하여 댓글을 남깁니다. 로그아웃 /  변경 )

Facebook 사진

Facebook의 계정을 사용하여 댓글을 남깁니다. 로그아웃 /  변경 )

%s에 연결하는 중