7 Dari 10 Pekerja Migran Tidak Dapat Menggunakan Asuransi Kecelakaan Industri Walau Terluka di Tempat Kerja

1크기변환_222

Walaupun terluka di tempat konstruksi, 7 dari 10 pekerja asing di Korea tidak dapat menggunakan asuransi kecelakaan industri .

Pada 26 Juli 2017, Komisi Hak Asasi Manusia Nasional memohon kepada Menteri Ketenagakerjaan untuk menyiapkan rencana pencegahan kecelakaan industri dan peningkatan kondisi kerja untuk meningkatkan dan menjaga hak-hak asasi para pekerja migran di lingkungan kerja mereka.

Hasil dari survei mengenai hak-hak asasi manusia para pekerja migran terkait industri konstruksi menunjukkan adanya pelanggaran hak asasi manusia yang cukup serius seperti kontrak pekerja secara formal, waktu kerja yang panjang, tempat tinggal sementara yang tidak layak seperti di kontainer, tingginya jumlah kecelakaan kerja, penyembunyian terjadinya kecelakaan kerja, dan sebagainya.

Dari 337 orang responden pekerja migran, 17,1% di antaranya tidak tahu bahwa asuransi kecelakaan industri dapat digunakan jika mereka terluka atau sakit di tempat kerja. 67,9% di antaranya tidak mengurus asuransi mereka walaupun pernah terluka di tempat kerja.

Menurut Kementerian Ketenagakerjaan, dari 1.777 orang pekerja yang tewas karena kecelakaan industri di tahun 2016, 31,2% di antaranya (554 orang) adalah pekerja konstruksi. 88 orang di antaranya adalah pekerja migran dan 45,5% (40 orang) di antaranya tewas saat bekerja di industri konstruksi.

Komisi Hak Asasi Manusia Nasional mendesak Kementerian Ketenagakerjaan untuk menguatkan pengawasan dan penyelesaiaan hal-hal berikut ini. ▲ Penyelesaian kontrak tenaga kerja dan pengetatan pengawasan manajemen pelaksanaan ▲ Perancangan standar peningkatan hari libur dan cuti serta waktu kerja yang sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan ▲ Amandemen <Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Mengenai Ketenagakerjaan Pekerja Migran> ▲ Penghitungan biaya untuk manajemen keselamatan dan kesehatan industri serta pengembangan bahan kesehatan dan keselamatan industri dalam berbagai bahasa ▲ Peningkatan pendidikan hak-hak tenaga kerja melalui perombakan dan pengembangan program pendidikan kerja untuk para pekerja migran ▲ Pengaturan <Panduan Pekerjaan Terkait Jumlah Biaya Serta Penyediaan Informasi Tempat Tinggal dan Makanan Para Pekerja Migran> ▲ Penentuan Standar Lingkungan Tinggal Sementara

 

<이주노동자 10명 중 7명 “건설현장서 다쳐도 산업재해보상보험 이용 못했다”>

한국 내 이주노동자 10명 중 7명은 건설현장서 다쳐도 산업재해보상보험을 이용하지 못한 것으로 나타났다.

7월 26일, 국가인권위원회는 건설현장에서 일하는 이주노동자의 인권을 보호·증진하기 위해 고용노동부장관에게 산업재해 예방 및 근로조건 개선방안을 권고했다.

인권위가 지난 2015년 실시한 ‘건설업 종사 외국인근로자 인권상황 실태조사’ 결과, 형식적인 근로계약, 장시간 근로, 컨테이너 등 열악한 임시 주거시설, 높은 산업재해 발생률, 산업재해 은폐 등 인권침해 상황이 심각한 것으로 드러났다.

이주노동자 전체 응답자(337명) 중 17.1%가 건설현장에서 다치거나 병에 걸려도 산재보험으로 치료와 보상이 가능하다는 사실 조차 몰랐고, 건설현장에서 다친 경험이 있는 응답자 중 산재보험 처리를 받지 못한 경우도 67.9%에 달했다.

고용노동부에 따르면, 2016년 발생한 전체 산업재해 사망자(1,777명) 중 31.2%(554명)가 건설업 종사자였고, 특히 이주노동자의 경우 사망자 수(88명) 중 45.5%(40명)가 건설업 종사자로 나타났다.

인권위는 고용노동부장관에게 ▲ 근로계약 체결 및 이행에 대한 관리감독 강화 ▲ ‘근로기준법’상 법정 근로시간 및 적정한 휴게‧휴일이 보장받을 수 있도록 개선대책 마련 ▲ ‘외국인근로자의 고용 등에 관한 법률 시행규칙’ 개정 ▲ 다양한 언어의 산업안전‧보건 자료 개발 및 산업안전보건관리비에 적정 소요 경비 반영 ▲ 이주노동자 대상 취업교육 프로그램 확대‧개편을 통해 권리교육 강화 ▲ ‘외국인근로자 숙식정보 제공 및 비용징수 관련 업무지침’ 정비 ▲ 임시 주거시설의 주거환경 기준 마련 및 관리감독 강화를 권고했다.

답글 남기기

아래 항목을 채우거나 오른쪽 아이콘 중 하나를 클릭하여 로그 인 하세요:

WordPress.com 로고

WordPress.com의 계정을 사용하여 댓글을 남깁니다. 로그아웃 /  변경 )

Google+ photo

Google+의 계정을 사용하여 댓글을 남깁니다. 로그아웃 /  변경 )

Twitter 사진

Twitter의 계정을 사용하여 댓글을 남깁니다. 로그아웃 /  변경 )

Facebook 사진

Facebook의 계정을 사용하여 댓글을 남깁니다. 로그아웃 /  변경 )

w

%s에 연결하는 중