Caplak Liar Menggigit Pekerja Nepal Muda Hingga Tewas

1크기변환_333

Seorang pekerja Nepal berusia sekitar 20an tahun di Hongseong, Provinsi Chungcheong Selatan, tewas karena terserang SFTS (Severe Fever with Thrombocytopenia Syndrome).

Menurut Pemerintah Provinsi Chungcheong Selatan, M (24) yang merupakan seorang pekerja berkewarganegaraan Nepal yang bekerja di sebuah peternakan di Gwacheon-up, Hongseong-gun, tewas 30 hari setelah terjangkit SFTS. Kasus pemuda berusia 20an tahun yang tewas setelah terjangkit SFTS merupakan kasus pertama di Korea Selatan.

M menderita demam, menggigil, dan kehilangan nafsu makan sejak 20 Juli 2017. Setelah keadaannya semakin kritis, ia dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat pada 24 Juli 2017.

Rumah sakit yang menerima M pertama kali mendiagnosis M terkena demam serta penurunan jumlah sel darah putih dan trombosit sehingga mengirim M ke rumah sakit besar di Cheonan.

M yang masuk ke unit darah dan kanker akhirnya dipindah ke ruang steril pada 27 Juli 2017 karena penurunan trombosit dan pembengkakan hati. Pada 30 Juli 2017, M dipindahkan ke ruangan ICU karena koma dan memuntahkan darah, namun akhirnya M meninggal dunia.

Seorang perwakilan pemerintah Provinsi Chungcheong Selatan mengatakan bahwa, “walaupun ini merupakan kasus pemuda pertama yang meninggal karena SFTS, kita tidak bisa memastikan alasan kematiannya secara terburu-buru karena mungkin saja ada penyakit bawaan lain.”

SFTS bisa terjadi karena gigitan caplak liar dan disertai dengan gejala seperti demam tinggi, muntah, diare, penurunan jumlah trombosit, dan sebagainya.

Tidak ada obat atau vaksin untuk SFTS sehingga Anda harus berhati-hati agar tidak tergigit caplak pada saat beraktivitas di luar ruangan. Setelah kembali ke rumah, selalu mandi dan mengganti baju Anda untuk menghindari adanya caplak yang tertinggal di baju atau tubuh Anda. Jika Anda terserang demam tinggi 2 minggu setelah aktivitas luar ruangan, segera datangi klinik atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pengobatan.

 

<야생진드기 물린 20대 네팔인 사망>

충남 홍성에서 20대 네팔인 이주노동자가 중증열성혈소판감소증후군(SFTS) 감염으로 사망했다.

8월 1일 충청남도에 따르면, 홍성군 광천읍 축산농장에 근무하던 네팔 국적 근로자 M(24세)씨가 SFTS 감염으로 지난달 30일 숨졌다. 20대가 SFTS 감염으로 사망하기는 한국 내에서 처음이다.

M씨는 지난달 20일 발열 및 오한, 식욕저하 증상이 나타났으며, 증세가 심해지자 나흘 뒤인 24일 병원 응급실을 찾았다.

해당 병원은 발열 및 백혈구 혈소판 감소 증상을 보인 M씨를 천안의 한 대학병원으로 보냈다.

혈액종양내과에 입원한 M씨는 혈소판 감소 및 간수치 상승이 지속돼 27일 무균실로 옮겨졌으며, 30일 의식불명 및 토혈로 중환자실로 옮겨졌으나 결국 숨졌다.

충청남도 관계자는 “국내 첫 20대 SFTS 감염 사망이긴 하지만, 사망자가 기저질환이 있었을 수 있는 만큼, 섣부르게 판단 할 수는 없다”고 말했다.

SFTS는 침진드기에 물려 발생하며, 고열과 구토, 설사, 혈소판 감소 등의 증상이 나타난다.

SFTS는 치료제나 백신이 없기에 야외활동 시 진드기에 물리지 않도록 주의해야 하며, 외출 후에는 목욕과 옷 갈아입기 등 예방수칙을 준수하고 야외활동 후 2주 내 발열 등의 증상이 있으면 즉시 의료기관을 찾아 진료를 받아야 한다.

답글 남기기

아래 항목을 채우거나 오른쪽 아이콘 중 하나를 클릭하여 로그 인 하세요:

WordPress.com 로고

WordPress.com의 계정을 사용하여 댓글을 남깁니다. 로그아웃 /  변경 )

Google+ photo

Google+의 계정을 사용하여 댓글을 남깁니다. 로그아웃 /  변경 )

Twitter 사진

Twitter의 계정을 사용하여 댓글을 남깁니다. 로그아웃 /  변경 )

Facebook 사진

Facebook의 계정을 사용하여 댓글을 남깁니다. 로그아웃 /  변경 )

%s에 연결하는 중